2226

Hari ini keputusan MK diumunkan. Sedikit kecewa tapi ya sudahlah. Semua sudah berusaha maka bila ditakdirkan seperti ini ya berarti inilah Rezeki untuk Indonesia.

Mari menikmati rezeki malam ini. Saya tidak mau terlalu berimajinasi bagaimana wajah dakwah mulai hari ini hingga lima tahun ke depan.
Maka yang tersisa hanya doa. Doa untuk presiden terpilih dan doa untuk kita.

Untuk presiden yang terpilih, semoga Allah mencurahkan kebaikan kepada beliau hingga negeri ini menjadi negeri yang diberkahi.

Untuk kita? Semoga Allah mengistiqomahkan kita di jalan dakwah bagaimanapun kondisinya.

Mari kita nikmati dan syukuri rezeki kita malam ini dengan kerja keras. Kita buka daerah-daerah yang belum tersentuh dakwah. Kita susuri gang, sekolah, pasar dan seluruh pelosok negeri. Kita tebarkan kebaikan dan kita hadirkan sepenggal firdaus di negeri kita ini

Selamat tidur

"Bila kita menunggu urusan pribadi kita selesai baru kita berdakwah, sungguh urusan pribadi kita tidak akan pernah selesai dan tidak akan ada ujungnya. Jadikanlah dakwah sebagai bagian dari urusan pribadi kita. Bila perlu, jadikan ia sebagai pondasi berpikir kita. Bila yang ada dalam kepala dan hati kita hanya keinginan untuk meninggikan nama-Nya, maka apapun yang kita lihat akan mengingatkan kita pada dakwah"

diary-sunflower asked: Deaaaaa.. Assalamu'alaykum. Kangen baca tulisan Deaa.. Apa kabar? :)

Waalaykumussalam. Alhamdulillah :) iya nih. Sudah jarang nulis. Sepertinya agak tumpul juga. Ada ide di kepala tapi kalau ditulis malah jadinya berantakan merembet kemana-mana. Semoga segera kembali ke jalan yang benar :D

Mba kiki apa kabar? ^^

200814

Delapan belas tahun aku hidup tanpamu, kau datang kesini baru 6 tahun lalu. Bagaimana mungkin aku tak bisa hidup tanpamu? Hidup bukan sebuah melodrama. Tak ada alasan bagiku untuk menahanmu pergi. Pergilah.

Jikapun aku harus mempertahankanmu, aku akan berusaha untuk punya sayap sepertimu. Bukan memaksamu untuk mematahkan sayap dan berdiri di sampingku. Pergilah. Takdirmu menjadi elang. Bukan anak ayam yang tidak bisa terbang

Aku masih harus di sini dua atau tiga tahun lagi. Pergilah tanpa beban. Tak perlu berpikir untuk kembali. Kau pernah di sini saja cukup, aku tak pernah mengharap lebih :D

*Dialog yang terinspirasi cerita teman. Mau dibikin cerpen masih belum sempat berimajinasi*

Kita Beda

herricahyadi:

Ini kisah sederhana bagaimana kita menjadi beda.

Orang-orang bicara cinta, kita bicara tentang Mahameru. Mereka dibuai asmara, kita sudah sampai puncaknya.

Mereka menunggu pujaan hati, kita tahu apa yang dituju: berkemah di Kalimati. Mereka berangan tentang cinta, kita telah berlelah-lelah…

"Tanamlah kebajikanmu di kedalaman tanah.
Sebab bebijian yang tampak dan menggeletak sukar tuk kukuh berakar, apalagi berbuah mekar."

- Ibn ‘Athaillah As-Sakandari (via octaraisa)

"Teach yourself to know value without comparison; to know what is great and what is good, to know fortune and tragedy without looking over your shoulder to see if someone else has it better or worse than you."

- note to self (via c0ntemplations)

(via fildzahamalya)

"Aku mencintaimu, biarlah, ini urusanku. Bagaimana kamu kepadaku, terserah, itu urusanmu"

- Pidi Baiq (via debideandini)

(via aranahea)

"Sometimes the people with the worst past, create the best future."

- Umar Ibn Al-Khattab (RA)

(Source: beautifulsabr)

"Entah kenapa saya yakin; pecinta buku itu juga pecinta jalan-jalan. Pecinta buku bukan berarti kutu buku yang berada di kamar melulu. Sebab untuk melengkapi pengetahuan yang didapat dari buku, seseorang butuh melihatnya langsung. Itulah yang disebut ilmu (pengetahuan) yang utuh—tentang segala hal."

- (via herricahyadi)

"Jangan tenggelam pada euforia. Tingkat kesuksesan kita baru dapat kita lihat di akhirat kelak. Jangan mudah terlena dengan tepuk tangan atau gemerlap dunia. Terus perbaiki diri, perbaiki niat dan perbaiki kualitas amal"

Penjelasan tentang NAM part 2

"Matahari? Tahukah kamu bahwa aku selalu menanti hadirmu? Tahukah kamu bahwa aku selalu memandang ke arahmu? Tentu kamu tidak tahu karena kau selalu menghabiskan waktumu untuk memikirkan bumi. Bukan aku."

-

Bunga Matahari

Hehe ini nggak ada hubungannya sama Lala. Tapi karena kemarin habis menonton Love Story In Harvard, saya jadi terlalu menjiwai kisah cinta segitiga antara Lee Soo In, Kim Hyun Woo dan Hong Jung Min XD

~Terkorea~

Penjelasan tentang NAM oleh Ustadz Fauzil Adhim Part 1

Do’a Memohon Rasa Takut Kepada Allah Ta’ala

Ditulis oleh Ustadz Fauzil Adhim

Inilah do’a yang Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta rasa takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sesungguhnya, di antara keberuntungan seseorang adalah tertanam kuatnya rasa takut kepada Allah Ta’ala. Dan sesungguhnya di antara kerugian manusia dalah kecintaan kepada dunia dan menjadikannya sebagai cita-cita tertinggi, sehingga amal akhirat pun untuk meraih dunia.

Sejenak, marilah kita tundukkan hati dan merenungi do’a ini:

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَاتَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَابِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَاتُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مَصَائِبَ الدُّنْيَا. اَللَّهُمَّ مَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْهُ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ عَاداَنَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِى دِيْنِنَاوَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami” (HR Tirmidzi dan Hakim).

Lalu, dimanakah tempat kita kelak jika rasa takut itu nyaris tak ada atau bahkan sama sekali tidak ada dalam diri kita? Dengan siapakah kita kelak akan dikumpukan jika sekarang kita merasa berbangga-bangga dengan amal yang sedikit. Dan bahkan merasa terlalu banyak beramal sehingga meminta sebagian pahalanya di dunia, dan menyisakan sebagiannya untuk akhirat. Bukankah ini pertanda persangkaan yang buruk kepada-Nya dan tidak adanya keyakinan yang kuat kepada-Nya?

Betapa jauhnya kita dengan para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in? ‘Ibadah dan ‘amal shalih mereka sangat luar biasa. Tapi mereka sangat khawatir amalnya tak diterima.

Do’a Sederhana Seorang Hamba

Inilah do’a yang dipanjatkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu tatkala manusia memujinya. Salah satu dari 10 shahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in yang dijamin masuk surga ini bukan menunjukkan kegembiraan, bukan juga membalas dengan memberi pujan yang bertubi-tubi. Tetapi beliau memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala dengan berdo’a:

اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْلَمُ مِنِّى بِنَفْسِى وَأَنَا أَعْلَمُ بِنَفْسِى مِنْهُمْ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ وَاغْفِرْ لِى مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ وَلاَ تُؤَاخِذْنِى بِمَا يَقُوْلُوْنَ

“Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka.” HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman

Betapa berbedanya dengan kita sekarang ini. Jika dulu para salafush-shahih berhati-hati menerima pujian, bahkan tidak suka dengannnya, hari ini betapa banyak di antara kita yang bahkan tak sabar menunggu pujian orang sehingga ia memberi julukan yang memuji diri sendiri. Ia meninggikan diri dengan sebutan-sebutan yang andaikata disematkan orang lain pun, kita tak pantas menerimanya.

Jika Imam Nawawi rahimahullah menolak diberi gelar Muhyiddin, padahal ia memiliki kepantasan untuk menyandang gelar itu, mari kita ini kita dapati orang-orang di zaman kita memberi julukan yang sangat tinggi, bersebab mereka mengikuti ajaran NAM melalui NLP dan sejenisnya.

Nah. Apakah yang dapat kita renungkan?