"“Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. "

- Al Hadist (HR Muslim)

Thought via Path

akhirulsyah:

Karena ujian Allah terkadang hadir dari ucapan yang pernah terlontar.. with Kaukabus – Read on Path.

"Barangsiapa yang tidak menyibukkan diri dalam kebaikan niscaya ia akan disibukkan dalam keburukan"

- (via safwanitadlmkaca)

(via ahmadsubhan)

(via nitanydya)

"Kalau pilih suami, pilihlah ia yang mematuhi rambu lalu-lintas; mengerti arti merah-kuning-hijau dan mengikutinya, tidak melewati garis putih, tidak mengambil hak pejalan kaki, dan menghargai pengguna jalan lainnya. Percayalah, itu bagian dari akhlak sederhana yang jarang dimiliki oleh lelaki di Jakarta."

- Nasihat antimainstream, tapi penting. (via herricahyadi)

"Pada akhirnya, yang merasa paling kehilangan adalah yang paling kuat rasa kepemilikannya."

- (via beningtirta)

"Cinta sejati itu selalu meninggalkan jejak-jejak kebaikan di hati orang yang kita cintai meski kita sudah lama berpisah."

"Jagalah istrimu dengan memberinya nafkah yang halal. Bukan menghalalkan segala cara untuk menyenangkan hatinya. Jauhi syubhat."

- Ustadz Fauzil Adhim

Akhir Sejarah Cinta Kita

Ditulis oleh Anis Matta

Suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita tidur saling memunggungi
tapi jiwa berpeluk-peluk
senyum mendekap senyum

suatu saat alam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa kita sudah melekat dan menyatukan
rindu mengelus rindu

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
kemana cinta akan berakhir
di saat tak ada akhir.

boywonder-sunnah-swag:

3 idiots

boywonder-sunnah-swag:

3 idiots

(via ummuikrimah)

"Gambaran wanita yang menjaga diri: Anak wanita Syuaib menghindari ungkapan yang bisa membuat galau, dia berkata, “Sesungguhnya bapakku mengundangmu agar ia memberikan balasan terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami” (al Qashash: 25). Dia tidak mengatakan, “Aku mengundangmu sehingga aku bisa membalas kebaikanmu memberi minum ternak kami”!"

- @mmajdo - Dr Muhammad Majdu’ asy Syahri pengasuh situs aefaf.com penasihat masalah rumah tangga • 3/6/2014 (via twitulama)

ceritadikit:

parodiviolet:

Right

true!

ceritadikit:

parodiviolet:

Right

true!

octaraisa:

anisroikhatin:

Kudu cepet lulus!!

Aamiin :-)

octaraisa:

anisroikhatin:

Kudu cepet lulus!!

Aamiin :-)

Catatan Rindu #1

 “Mana yang akan anda pilih? Selamanya tidak bertemu dengan orang yang anda cintai karena terpisah kematian atau bertemu dengannya dengan kondisi yang paling anda benci? Misalnya orang yang anda cintai menjadi pengedar narkoba, koruptor atau bahkan pindah agama? Anda sepertinya punya idealisme yang kuat, jadi mana yang anda pilih?”

Saya terdiam mendengar pertanyaan lawan bicara yang baru saya kenal di kereta malam ini. Kami sama-sama wanita. Sama-sama merindukan seseorang dan sama-sama baru mendapatkan jawaban tentang keberadaan orang yang kami rindu.

Wanita di depan saya sedang mencari cinta pertamanya yang sudah sepuluh tahun ia rindukan. Sama seperti saya mencari kamu. Hanya saja akhir pencarian kami berbeda. Wanita di depan saya berhasil menemukan orang yang dia rindu. Meski dalam kondisi yang jauh dari yang ia bayangkan. Pria yang ia cintai sepuluh tahun lalu adalah pria yang jujur dan baik namun waktu merubahnya menjadi seorang kriminal, pemabuk, penjudi dan sifat menyebalkan lainnya. Dan kamu, pria yang saya cintai sejak saya masih abg, pergi tanpa pamit. Tak meninggalkan jejak apapun selain nama di batu nisan.

Saya sedih tapi wanita di depan saya terlihat jauh lebih sedih. Dalam sudut pandang saya, semestinya ia bersyukur sebab orang yang ia cintai masih hidup. Yah meskipun sudah menjadi kriminal dan pemabuk at least dia masih punya kesempatan bertemu dan mendoakan agar orang yang ia cintai berubah. Namun dalam sudut pandang wanita itu, saya lebih beruntung karena meskipun orang yang saya cintai sudah pergi tapi perginya dalam kondisi baik. Entahlah. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau.

“Bagi saya, dia juga sudah mati. Saya mencintai dia sepuluh tahun lalu. Saya bukan wanita yang bisa mencintai tanpa syarat. Maka ketika dia berubah, perasaan saya pun berubah. Sakit sekali. Saya menyesal dengan pertemuan ini. Saya merasa lebih baik tidak mengetahui kondisinya dan terus merenda rindu sambil membayangkan dia sepuluh tahun lalu. Hmmm saya baru sadar, saya tidak pernah mencintai manusia. Saya hanya mencintai kenangan”

Wanita di depan saya berbicara lagi. Saya tidak tertarik untuk menanggapi. Setiap orang punya takdir masing-masing dan Tuhan pasti merencanakan yang terbaik. But anyway, jika kamu masih disini, apakah kamu adalah dirimu dengan cita-cita dan semangat yang sama seperti tahun lalu?

Angin malam berhembus dingin. Jendela kereta berembun. Hati saya masih hancur. Tapi saya sadar bahwa saya harus mempersiapkan hari-hari selanjutnya. Sebab hidup selalu menuntut kita untuk bertahan dan lingkungan terkadang terus memaksa kita untuk berlari tanpa peduli betapa carut marutnya hati dan perasaan kita.

*Arai, aku rindu. Meski kau tak pernah datang di dunia nyata, kau datang di dunia mimpi pun aku bahagia*

Mata saya terpejam. Seperti melihat bayangan kamu dalam hujan. Saya tahu ini halusinasi. Tapi biarlah saya menikmatinya sejenak.

jackinaboxwithoutakeytolockit:

Dr. Mads Gilbert, a Norwegian doctor, Who has been treating hundreds of victims wounded in Israel’s ongoing assault, including young children. Dr. Gilbert says hospitals are operating without electricity, water and proper medical supplies, but adds: “As a medical doctor, my appeal is don’t send bandages, don’t send syringes, don’t send medical teams. The most important medical thing you can do now is to force Israel to stop the bombing and lift the siege of Gaza.” Gilbert recently recently submitted a report to the United Nations on the state of the Gaza health sector in 2014. “Where is the decency in the U.S. government allowing Israel this impunity to punish the whole civilian population in Gaza?”

so far, close to 170 Palestinians have been killed, among them 36 children and 24 women. And among the 1,232 injured, there are 346 children and 256 women. So, 50 percent of the injured are women and children. Now, this tells you that these attacks are not targeting the militarists in Palestine, in Gaza. These attacks are targeting the whole population in order to intimidate them and to force them to give up their resistance. I’ve been to Gaza through the last 17 years, and every time it is the same story. Israelis are accusing the Palestinians of attacking them; they have to defend themselves, they claim. Actually, the truth is the exact opposite. Israel is the attacker, the occupant. Internationally, they are responsible, according to the law, for the security and the well-being of the occupied population, whereas in fact Israel is doing their utmost to kill them and to make their life as miserable as possible through these seven years of siege.

(via latuphi)